Pemerintah terus mematangkan persiapan pelaksanaan Operasional Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) di Kota Jambi. Upaya ini ditandai dengan peninjauan langsung oleh Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza ke lokasi transfer depo sampah di kawasan Pasar Mama, Kelurahan Mayang Mangurai.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas yang akan menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Transfer depo di Pasar Mama memiliki fungsi strategis sebagai titik pengumpulan sementara sebelum sampah diangkut ke tempat pemrosesan akhir. Kondisi sarana, kapasitas tampung, serta sistem operasional menjadi fokus utama dalam kunjungan tersebut.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa OPBM bukan sekadar program teknis, melainkan gerakan bersama yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga dalam memilah sampah dari rumah tangga agar proses pengelolaan di tingkat depo menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Diza menyampaikan bahwa pemerintah kota terus melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar program OPBM dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Maulana-Diza juga melihat langsung kondisi lingkungan sekitar depo, termasuk aspek kebersihan, akses pengangkutan, dan potensi pengembangan fasilitas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa keberadaan depo tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.
Pemerintah berharap, dengan kesiapan yang matang dan dukungan masyarakat, pelaksanaan OPBM di Kota Jambi dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan sampah. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata, sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah modern di tingkat daerah.